Thursday, December 27, 2012

Seperti Kopi Manis Hangat

Pada suatu sore
Dimana hujan bertamu dan membawa oleh-oleh
Berbincang dengan asyik,
Tanpa peduli waktu
Entah sudah berapa juta kubik air yang digunakannya
Untuk merangkai kalimat tanda rindunya pada sang bumi

Pada suatu sore pula,
Aku terlupa bahwa hangatnya kopi manis ini
Adalah campuran terhebat yang pernah ditemukan peradaban manusia,
Seperti kamu...
Campuran perasaan terunik yang pernah kupunya.

Ya.
Hanya pernah saja.
Justru disitulah seninya.

Kamu harus tahu,
dalam hidup, aku tidak memerlukan orange juice yang segar.
Susu yang gurih dan sehat.
Wine yang mahal dan memabukkan.
Atau teh hijau sejuta manfaat itu.

Aku hanya memerlukan kopi manis hangat.
Campuran antara pahit dan manis serta hangat yang menenangkan.
Komposisi gula itu adalah kebahagiaan, senyum dan tawa yang kan kulalui bersamamu.
Bubuk kopi ibarat sedih, derita, sakit hati, juga air mata yang mungkin sesekali mampir saat denganmu.
Air hangat adalah rasa tenteramku, saat kita seakan tak berjarak, tak terpisah bahkan oleh waktu.

Aku hanya butuh secangkir kopi manis hangat.
Sambil menikmati orkestra hujan yang merinai.
Mengiringi doaku yang merindukan hadirmu,

Wahai imam dunia akhiratku.

:)

0 comments:

Post a Comment