Saturday, October 20, 2012

Catatan Akhir Semester

Alhamdulillah, akhirnya akhir semester ini aku bisa resign dari tempat aku mengajar sekarang. Kenapa aku katakan Alhamdulillah? Ya, pastinya karena ini sebenarnya udah ada dalam planning jangka panjang aku ke depannya. Aku masih muda, dan aku rasa ngga selamanya harus stuck di satu tempat yang ngga ada kepastian untuk pengembangan karirku ke depannya.


Jujur sebenarnya berat banget buat aku meninggalkan sekolah tempatku mengajar sekarang. Selain aku CINTA sekali sama murid-muridku yang imut, aku juga banyak mengenal teman di sini. And as you know, friendship is taking a very important role in my life. Without friends, I'm sure we cannot live this life.
Sejak awal aku di sini, to be honest it isn't easy to find new friends, make the new ones here is so DIFFICULT. There are a lot of personality types mixed in a bowl. If I were not selective to choose friends, I'll be drawn to a wrong community. Then I befriended with some of them. Orang2 yang mau menerima aku sebagaimana adanya. Bukan karena aku yang butuh mereka, atau sebaliknya. Tapi karena mereka mau merangkul aku sebagai TEMAN dalam tingkatan yang sejajar. No bullying, no harassment, and no manipulation.



Sebagian besar dari mereka is having such a psychosis. They love to bully me. And at first when I didn't realize it, I thought it was okay. But my friends warned me that I am being bullied by them The damned seniors. Thanks God, You give me many friends that protect me from evils. LOL


Now, when the time to say Good Bye is closer, I don't know what to say to them. To my beloved students, and my beloved friends. But I believe, God's already set everything beautifully straight to His right time.

Let's Think about Age

Usia..
Hmmm... Apa yang bisa dipikirkan dari sederetan angka yang disebut umur, usia dari apapun yang ada masa hidupnya. Sekedar berpikir, aku adalah ciptaan Allah, sama seperti barang produksi lainnya, aku pasti suatu hari bisa kehilangan daya, kehilangan manfaat, kehilangan fungsi, dan akhirnya habis daya. Tak bergerak, dan terserak menjadi humus. Kembali ke bumi. Dimana dahulu Adam terciptakan darinya.

FYI, I am 25 years old now. Seperempat abad sudah aku hidup di dunia, dan entah berapa lama lagi dayaku bisa bertahan. Seberapa banyak manfaat yang sudah aku berikan untuk orang-orang di sekelilingku, atau mungkin bisa jadi aku lebih banya membawa ketidaksenangan, bahkan untuk diriku sendiri. That's a big question mark.

Setiap kali menghadiri pemakaman, memandang kerumunan orang yang berta'ziah, mendoakan sang manusia yang berpulang pada Pemiliknya, selalu teringat oleh aku. Yang aku cari hanyalah bekal. Setiap usia yang terbuang di belakangku, hanyalah pengingat. Bahwa aku, kita, harus bisa menjadi lebih baik. Mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya. Mengajak orang di sekeliling juga, kalau bisa dan memungkinkan.

Bekal? Untuk apa?

Untuk kehidupan selanjutnya.

Karena usia hanyalah deretan angka yang menjadi kesepakatan bersama para penghuni di dunia. Deretan angka yang relatif dan tidak menentukan kualitas pemikiran ataupun kedewasaan jiwa. *buktinya orang jahat dan childish masih bertebaran*

Di kehidupan kemudian, bukankah kita akan kembali muda selamanya?

Ya sudahlah, mari bersyukur saja atas usia yang tinggal beberapa saat ini, teman. Allah menyayangi kita dengan beragam cara yang dikehendakiNYA. Manfaatkan, nikmati, dan syukuri usia yang sekarang yah!

:)